Tampilkan postingan dengan label Lensa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lensa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Februari 2017

Tips Merawat Sebuah Foto




Definisi foto itu sendiri adalah sebuah gambar diam yang dihasilkan oleh kamera yang berhasil merekam suatu obyek atau kejadian atau keadaan pada suatu waktu tertentu.

Kegiatan yang berhubungan dengan foto ini diistilahkan dengan fotografi. Pada kesempatan hari ini kami akan mencoba membahas Tips Merawat Sebuah Foto agar lebih awet :


1. Hindarkan Foto Dari Sinar Matahari
Hindarilah foto dari sinar matahari langsung karena Sinar UV yang terdapat pada sinar matahari dapat memudarkan warna dan merusak foto maupun bingkai foto. Langkah paling murah dan mudah adalah menjauhkannya dari jendela atau pintu, pokoknya foto tidak terkena matahari secara langsung. Bila tidak memungkinkan, kamu bisa mengurangi kerusakan foto dengan menggunakan kaca atau acrylic dengan lapisan UV yang sering dipakai oleh fotografer untuk lensa UV. Namun, cara ini tidak melindungi bingkai dari kerusakan, tapi bisa mengurangi kerusakan akibat sinar UV yang berlebihan dari matahari.


2. Hindarkan Foto Dari Kelembaban
Kelembaban dapat menyebabkan banyak masalah seperti timbulnya bercak-bercak pada foto akibat jamur. Jadi, selalu hindari untuk memajang foto di area dengan kelembaban tinggi seperti kamar mandi atau wastafel.Untuk mengurangi kelembaban, kamu bisa gunakan produk serap air yang banyak terdapat di supermarket. Satu trik yang bisa kamu terapin adalah dengan mengalasi foto dengan kertas koran atau kertas tisu yang lebih banyak menyerap air diantara foto dan bingkai. Jangan lupa untuk mengecek secara berkala sekalian juga bersihkan bingkai dan foto.


3. Hati-Hati Menggunakan Pembersih Kaca
Pembersih kaca, terutama yang bertipe semprot dapat menyebabkan masalah bila cairan pembersih masuk lewat sela-sela lis bingkai dan masuk ke dalam foto sehingga merusak foto tersebut. Sebelum membersihkan kaca bingkai, sebaiknya lepas terlebih dahulu foto dari bingkainya.


4. Jangan Tumpuk Bingkai Foto
Terutama dalam penyimpanan, hindari untuk menumpuk bingkai foto satu sama lain karena ini dapat merusak bingkai karena pergesekan antar bingkai.


5. Bungkus Bingkai Foto Dengan Handuk Atau Koran
Bila anda semua ingin memindahkan atau membawa keluar bingkai dan fotonya, maka ini akan melindungi foto dan bingkai dari kerusakan akibat gesekan antar barang.


6. Simpan Foto Dalam Suhu Yang Stabil
Jangan menyimpan foto dalam kondisi ruangan yang berfluktuatif, seperti dekat dapur atau lebih parahnya, di dalam kulkas. Suhu panas, dingin, atau lembab dapat merusak foto, jadi hindarkan untuk menyimpan foto dari tempat-tempat tersebut.


7. Simpan Hasil Foto Dari Kamera Digital Dalam CD (Compact Disk) Atau Keping DVD.
Jangan lupa untuk menaruh kepingan CD/DVD ini ke dalam wadah khusus yang bisa kamu dapetin di banyak toko, dan beri label untuk setiap foto yang terekam. Jangan simpan hasil foto ke dalam CD-RW atau DVD-RW karena penulisan berulang-ulang dapat mempercepat kerusakan foto digital.


8. Backup Atau Gandakan Secara Berkala Foto-Foto Digital Yang Penting.
Kalau perlu, backup ke banyak tempat seperti hard disk, atau bahkan media penyimpanan di internet seperti facebook, friendster, atau bahkan lewat attachment email. Ini akan memudahkan kamu buat mencari foto-foto yang nggak sengaja hilang.


9. Lapisi Foto Dengan Plastik Laminasi (laminating) Sehingga Lebih Awet.
Biasanya, foto ukuran besar seperti foto pernikahan telah dilapisi dengan plastik laminasi doff (plastik bertekstur) atau glossy (plastik polos), namun bila tidak, minta percetakan/studio foto  untuk melapisi foto yang kamu anggap penting tersebut.


10. Simpan Foto Ke Dalam Album Foto
Ini akan memudahkan kamu untuk mengelompokkan foto sesuai waktu dan juga ini bisa menjaga kualitas foto karena tidak banyak tersentuk oleh tangan secara langsung.


Demikianlah penjelasan mengenai Tips Merawat Sebuah Foto semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Rabu, 01 Februari 2017

Teknik Dasar Photography



 Dasar-dasar Photography terdiri dari beberapa macam, teknik dasar ini nantinya akan menghasilkan gambar yang berbeda dan memiliki keunikan- keunikan tersendiri.

Teknik ini dibagi menjadi 2 bagian, berdasarkan kecepatan, yaitu High Speed (kecepatan tinggi) dan Slow Speed (kecepatan rendah). Di bawah ini penjabaran selengkapnya :

1. High Speed (Kecepatan Tinggi) -> speed 1/125 - 1/8000 

Freezing ->Teknik Dasar Photography yang membekukan benda bergerak, misalnya memotret orang yang sedang melompat di udara, atau memotret pesawat yang sedang terbang. Kecepatan yang dipakai minimal adalah 1/125s dengan diafragma menyesuaikan keadaan cahaya di sekitar tempat memotret.

2. Slow Speed (Kecepatan Rendah) -> speed bulb-1/60

ada beberapa macam teknik di dalam penggunaan kecepatan rendah:

A. Show Action -> secara teknis, kecepatan dari teknik ini adalah dibawah 1/60s dan diafragma di angka besar (bukaan kecil). Gambar yang dihasilkan nantinya adalah semua benda yang bergerak akan terlihat blur, sedangkan benda yang diam tak bergerak akan tetap jelas seperti apa adanya.


B. Panning -> teknik ini adalah teknik dasar paling sulit, di mana si Photographer harus mengikuti objek yang bergerak dalam memotret. Gambar yang dihasilkan adalah kebalikan dari show action, di mana objek yang bergerak akan terlihat jelas sedangkan objek yang diam akan terlihat blur. Kecepatan yang dibutuhkan bervariasi tergantung kecepatan gerak objek yang difoto. Misal ingin memotret balap mobil F1 yang bergerak dengan kecepatan 100km/jam, akan membutuhkan kecepatan rana 1/250s. Jika ingin memotret becak yang melaju dengan kecepatan 15km/jam (misalnya), dibutuhkan kecepatan rana 1/30s atau mungkin 1/15s.

C. Zooming ->Teknik Dasar Photography yang caranya adalah dengan memutar lensa (harus lensa zoom), baik itu zoom in maupun zoom out pada saat menekan shutter. Kecepatan yang dibutuhkan berkisar antara 1/10s-1/60s sesuai kebutuhan anda. Gambar yang dihasilkan adalah seperti dalam istilah film fiksi luar angkasa disebut dengan WARP (masuk ke dalam kecepatan cahaya, atau apa itu istilahnya, saya juga ga tau, hehehehe...) tips biar zoomingnya berhasil yaitu pake tripod...........

D. Bulb -> pada dasarnya, ketika shutter ditekan, maka jendela rana akan membuka dan sensor/film akan merekam gambar.Teknik bulb adalah Photography yang caranya dengan menekan shutter terus dengan timing waktu yang sudah ditentukan. Umumnya, teknik ini digunakan untuk memotret mobil bergerak di malam hari, sehingga yang dihasilkan hanyalah garis-garis lampu yang terbentuk dari mobil yang bergerak.

Rabu, 11 Januari 2017

Sejarah Photography

Sejarah Photography pertama kali diresmikan pada abad ke-19, lalu terpacu bersama kemajuan-kemajuan yang dilakukan oleh manusia sejalan dengan kemajuan teknologi yang sedang gencar-gencarnya. Pada tahun 1839-an yang dicanangkan sebagai tahun awal  Photography, negara Perancis dinyatakan secara resmi bahwa Photography merupakan sebuah terobosan teknologi. Saat itu, rekaman dua dimensi seperti yang dilihat mata sudah bisa dibuat permanen.


Sejarah Photography sebenarnya bermula jauh sebelum Masehi. Dalam buku The History of  Photography karya Alma Davenport, terbitan University of New Mexico Press tahun 1991, dinyatakan bahwa pada abad ke-5 Sebelum Masehi (SM), seorang pria bernama Mo Ti telah mengamati sebuah gejala. Apabila pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang kecil (pinhole), maka di bagian ruang tersebut akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi. Mo Ti adalah orang pertama yang menyadari fenomena camera obscura.

Beberapa abad setelah itu, banyak orang yang menyadari serta mengagumi fenomena ini, beberapa diantaranya yaitu Aristoteles pada abad ke-3 SM dan seorang ilmuwan Arab Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada abad ke-10 SM, dan kemudian berusaha untuk menciptakan serta mengembangkan alat yang sekarang dikenal sebagai kamera. Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia, Giambattista della Porta menyebut ”camera obscura” pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar (Bachtiar: 10).


Menurut Szarkowski dalam Hartoyo (2004: 21), nama camera obscura diciptakan oleh Johannes Keppler pada tahun 1611:

“By the great Johannes Keppler has designed a portable camera constructed as a tent, and finaly give a device a name that stuck: camera obscura… The interior of the tent was dark except for the light admitted by a lens, which foucussed the image of the scene outside onto a piece of paper.” (Pada tahun 1611 Johannes Keppler membuat desain kamera portable yang dibuat seperti sebuah tenda, dan akhirnya memberi nama alat tersebut sebuah nama yang terkenal hingga kini: camera obscura… Keadaan dalam tenda tersebut sangat gelap kecuali sedikit cahaya yang ditangkap oleh lensa, yang membentuk gambar keadaan di luar tenda di atas selembar kertas).

dalam Sejarah Photography Pada awal abad ke-17 seorang ilmuwan berkebangsaan Italia bernama Angelo Sala menemukan, bila serbuk perak nitrat dikenai cahaya, warnanya akan berubah menjadi hitam. Demikian pula Professor anatomi berkebangsaan Jerman, Johan Heinrich Schulse, pada 17127 melakukan percobaan dan membuktikan bahwa menghitamkan pelat chloride perak yang disebabkan oleh cahaya dan bukan oleh panas merupakan sebuah fenomena yang telah diketahui sejak abad ke-16 bahkan mungkin lebih awal lagi. Ia mendemonstrasikan fakta tersebut dengan menggunakan cahaya matahari untuk merekam serangkaian kata pada pelat chloride perak; saying ia gagal mempertahankan gambar secara permanent.

Kemudian sekitar tahun 1800, seorang berkebangsaan Inggris bernama Thomas Wedgwood, bereksperimen untuk merekam gambar positif dari citra pada camera obscura berlensa (pada masa itu camera obscura lazimnya pinhole camera yang hanya menggunakan lubang kecil untuk cahaya masuknya), tapi hasilnya sangat mengecewakan. Akhirnya ia berkonsentrasi sebagaimana juga Schulse, membuat gambar-gambar negatif (sekarang dikenal dengan istilah Photogram) dengan cahaya matahari, pada kulit atau kertas putih yang telah disaputi komponen perak.

Dalam Sejarah  Photography mencatat Sementara itu di Inggirs, Humphrey Davy melakukan percobaan lebih lanjut dengan chlorida perak, tapi bernasib sama dengan Schulse. Pelatnya dengan cepat berubah menjadi hitam walaupun sudah berhasil menangkap imaji melalui camera obscura tanpa lensa.

Akhirnya, pada tahun 1824, seorang seniman lithography Perancis, Joseph-Nicephore Niepce (1765-1833), setelah delapan jam meng-exposed pemandangan dari jendela kamrnya, melalui proses yang disebutnya Heliogravure (proses kerjanya mirip lithograph) di atas pelat logam yang dilapisi aspal, berhasil melahirkan sebuah imaji yang agak kabur, berhasil pula mempertahankan gambar secara permanent. Kemudian ia pun mencoba menggunakan kamera obscura berlensa, proses yang disebut ”heliogravure” pada tahun 1826 inilah yang akhirnya menjadi sejarah awal Photography yang sebenarnya. Photo yang dihasilkan itu kini disimpan di University of Texas di Austin, AS.

Merasa kurang puas, tahun 1827 Niepce mendatangi desainer panggung opera yang juga pelukis, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) untuk mengajaknya berkolaborasi. Dan jauh sebelum eksperimen Niepce dan Daguerre berhasil, mereka pernah meramalkan bahwa: “Photography akan menjadi seni termuda yang dilahirkan zaman.”

Sayang, sebelum menunjukkan hasil yang optimal, Niepce meninggal dunia. Baru pada tanggal 19 Agustus 1839, Daguerre dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat Photo yang sebenarnya: sebuah gambar permanen pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam cahaya langsung dengan pemanas mercuri (neon). Proses ini disebut daguerreotype. Untuk membuat gambar permanen, pelat dicuci larutan garam dapur dan asir suling.

Photography mulai tercatat resmi pada abad ke-19 dan lalu terpacu bersama kemajuan-kemajuan lain yang dilakukan manusia sejalan dengan kemajuan teknologi yang sedang gencar-gencarnya. Pada tahun 1839 yang dicanangkan sebagai tahun awal Photography Pada tahun itu, di Perancis dinyatakan secara resmi bahwa Photography adalah sebuah terobosan teknologi. Saat itu, rekaman dua dimensi seperti yang dilihat mata sudah bisa dibuat permanen.

Januari 1839, penemu Photography dengan menggunakan proses kimia pada pelat logam, Louis Jacques Mande Daguerre, sebenarnya ingin mematenkan temuannya itu. Akan tetapi, Pemerintah Perancis, dengan dilandasi berbagai pemikiran politik, berpikir bahwa temuan itu sebaiknya dibagikan ke seluruh dunia secara cuma-cuma. Maka, saat itu manual asli Daguerre lalu menyebar ke seluruh dunia walau diterima dengan setengah hati akibat rumitnya kerja yang harus dilakukan.

Photography kemudian berkembang dengan sangat cepat. Menurut Szarkowski dalam Hartoyo (2004: 22), arsitek utama dunia Photography modern adalah seorang pengusaha, yaitu George Eastman. Melalui perusahaannya yang bernama Kodak Eastman, George Eastman mengembangkan Photography dengan menciptakan serta menjual roll film dan kamera boks yang praktis, sejalan dengan perkembangan dalam dunia Photography melalui perbaikan lensa, shutter, film dan kertas Photo.

Tahun 1950 mulai digunakan prisma untuk memudahkan pembidikan pada kamera Single Lens Reflex (SLR), dan pada tahun yang sama Jepang mulai memasuki dunia Photography dengan produksi kamera NIKON. Tahun 1972 mulai dipasarkan kamera Polaroid yang ditemukan oleh Edwin Land. Kamera Polaroid mampu menghasilkan gambar tanpa melalui proses pengembangan dan pencetakan film.

Kemajuan teknologi turut memacu Photography secara sangat cepat. Kalau dulu kamera sebesar tenda hanya bisa menghasilkan gambar yang tidak terlalu tajam, kini kamera digital yang cuma sebesar dompet mampu membuat Photo yang sangat tajam dalam ukuran sebesar koran.

Jumat, 06 Januari 2017

Tips Photography Pemula

Pertama kali memiliki Kamera DSLR kadang membuat kita bingung dari mana dan bagaimana harus memulai belajar menguasai kamera, pengaturan di kamera DSLR lebih komplek dibanding point and shoot camera sering kita gunakan. 

Jadi untuk anda yang kebetulan menghadapi kondisi yang mirip seperti yang diterangkan, dan memiliki rasa ingin belajar tentang Photography maka inilah empat tips yang dapat kami share untuk membantu anda memulai mempelajari dunia Photography :

Photography - Baca Manual

Sebagian besar barang elektronik yang kita beli pasti disertai manual pemakaian dalam setiap kemasannya, begitu juga dengan kamera DSLR. Masalahnya, sebagian besar orang, termasuk saya , malas membaca manual yang biasanya tebal dan membosankan. Tapi percayalah kawan, dalam kasus ini, jangan ikuti kemalasanmu itu. Baca buku manual yang datang bersama kameramu itu karena itu akan mengajarkanmu bagaimana cara mengoperasikan kameru. Kenapa? Karena setiap kamera, bahkan dari produsen yang sama, memiliki cara mengoperasian yang berbeda – beda dan tanpa mengerti cara mengoperasikan kameramu maka kamu tidak akan bisa mengoptimalkan potensi kameramu.

Pahami basic Shutter Speed, Aperture dan ISO dan Gunakan Manual Mode

Apa kelebihan utama kamera DSLR dibanding kamera Point and Shoot? Jawabannya adalah kendali manual yang lebih luas. Tetapi kelebihan utama ini di sisi lain bisa menjadi percuma jika sang fotografernya tidak mau mengalokasikan waktu dan pikiran untuk belajar. Karena itulah pemahaman tentang Shutter Speed, Aperture dan ISO menjadi element yang sangat krusial. Saya sendiri sudah pernah membahas secara panjang lebar mengenai masing – masing element tersebut di dalam artikel sebelumnya.


Rajin Rajin Memotret Berbagai Objek

Banyak pemilik kamera DSLR baru merasa ragu untuk memotret kamera merisaukan shutter count. Saya sendiri tidak begitu peduli tentang shutter count karena dalam bidang apapun cara paling efektif dalam belajar adalah dengan menambah jam terbang. Toh, kamera DSLR itu dibeli mahal – mahal untuk digunakan tho? Bukan untuk disimpan dalam dry box J.

Memotret berbagai macam objek juga sangat disarankan. Cobalah memotret berbagai objek mulai dari pemandangan, portrait, kegiatan olah raga, hewan sampai street photography untuk menemukan minat fotografi kamu.

Mulailah dari Lensa Kit

Mulailah dari lensa Kit terlebih dahulu. Lensa kit yang datang bersama kamera

sudah sangat cukup untuk belajar. Jika kamu kebetulan punya dana lebih yang bisa diinvestas

ikan maka lensa prime entry level adalah pilihan yang bijak untuk belajar cara mengendalikan Deep of Field dan teknik memotret dengan cahaya minim. Tetapi ingat, Belilah peralatan sesuai dengan kebutuhan dan meningkatnya kemampuan J bukan karena nafsu ingin memiliki peralatan yang mahal agar terlihat hebat.

Initinya nikmati kameramu, jangan terburu – buru. Cetak hasil foto yang menurutmu bagus dan tunjukan ke orang – orang yang kamu sayangin lalu lihat reaksi mereka, nikmati ekspresi yang mereka tunjukan juga terima kritik dan saran yang membangun dari mereka.

Demikian artikel berjudul Tips Photography Pemula , Semoga dapat bermanfaat bagi anda yang ingin belajar Photography.

Senin, 26 Desember 2016

Lensa Unik Dalam Dunia Fotografi

Lensa kamera merupakan bagian paling utama dari kamera yang terdiri atas beberapa susunan elemen optik yang berfungsi untuk menangkap gambar sehingga bisa diterima oleh sensor. Pada umumnya, lensa itu sendiri dibuat menyatu dengan bodi kamera, akan tetapi lensa yang terdapat pada kamera SLR dijual secara terpisah. Baik lensa yang menyatu dengan kamera ataupun lensa khusus kamera SLR, keduanya itu memiliki beberapa kesamaan dalam prinsip kerja, desain optik serta karakteristiknya.

Yang dimaksud dengan lensa berkualitas tinggi itu yaitu lensa yang memiliki kemampuan untuk memberikan hasil yang memuaskan dalam hal ketajaman, kontras maupun warna. Untuk menilai performa lensa para produsen menggunakan MTF chart yang bisa memberi gambaran kualitas lensa. Berkat teknologi manufaktur lensa modern dengan bantuan komputer, lensa masa kini semakin berkualitas dan sudah dilengkapi dengan fitur modern seperti lapisan khusus yang bisa meningkatkan ketajaman dan meredam flare. Dalam memilih lensa yang baik, diperlukan pemahaman dasar akan istilah-istilah yang umum dijumpai pada lensa, sekaligus mengenali pembagian atau penggolongan lensa berdasarkan jenisnya.

Dibawah ini kami akan sajikan beberapa Lensa Unik Dalam Dunia Fotografi.  Selamat menikmati dan semoga bermanfaat : 


11. Canon MP-E 65mm f/2.8 Macro 1-5x



Fotografi makro adalah salah satu bidang fotografi paling populer, dan lensa Canon MP-E 65 mm f/2.8 Macro 1-5x adalah perangkat makro paling canggih. Lensa ini memiliki kemampuan memotret dengan perbesaran dari 1x (1:1) sampai 5x! Jika Anda ingin melihat geraham semut, lensa ini dapat memungkinkannya.


10. Sigma 300-800mm f/5,6 EX DG APO HSM



Lensa telephoto ini merupakan lensa moderen dengan beragam feature dan rentang zoom paling lebar di kelasnya. Aperture fix dan Hyper-Sonic Motor menjadikannya lensa yang paling tidak “nyeleneh” dalam list ini.


9. Nikon 2000mm f/11 Reflex



Meskipun memiliki focal length kedua terpanjang dalam list ini, lensa ini termasuk pendek, hanya 600mm. Konfigurasi “reflex” yang memanfaatkan cermin menjadikan lensa ini tidak lebih besar dari lensa Sigma di atas. Namun, dengan bobot 17,5 kg, jangan harap Anda dapat menenteng-nenteng lensa ini dengan nyaman.



8. Canon 65mm f/0,75



Untuk kondisi pencahayaan yang sangat minim, lensa dengan aperture f/0,75 tentu bermanfaat. Lensa ini memiliki aperture 1 stop lebih besar dari lensa premium yang populer, 50 mm f/1.4. Mungkin, hanya itu satu-satunya manfaat lensa ini karena lensa ini tak memiliki bilah aperture sehingga Anda hanya dapat menggunakan aperture terbesar. Lebih lagi, hasilnya sangat soft.



7. Canon EF 8-15mm f/4L Fisheye USM



Lensa ini adalah lensa paling moderen dalam list ini dan memang hanya mungkin diproduksi dengan teknologi manufacturing yang tersedia saat ini. Dengan elemen-elemen lensa canggih, lensa fish eye ini bukan hanya lensa zoom dengan sudut pandang terlebar, tetapi juga memiliki kualitas gambar yang sangat baik.



6. Nikon 6mm f/2.8 Fish eye



Jawara lensa dengan sudut pandang terlebar adalah lensa 6 mm ini dengan sudut pandang 220 derajat. Ini berarti objek di belakang lensa pun akan terekam.



5. LEICA APO-TELYT-R 1600 mm f/5.6



Lensa ini merupakan lensa termahal saat ini, dengan harga 2 juta dollar atau sekitar 1,8 miliar rupiah. Lensa ini dapat dipasangkan ke DSLR Leica dan kini dimiliki beberapa kolektor Leica.



4. Kilfitt Zoomatar 250mm f/1.3



Lensa ini tidak memiliki focal length yang luar biasa seperti kebanyakan lensa di atas. Namun, dengan diameter hampir 40 cm, lensa 250 mm ini tetap menonjol. Lensa ini sangat jarang dan pasti sangat merepotkan untuk digunakan. Walau begitu, bokehnya tentu luar biasa.



3. Zeiss 1700 mm f/4 APO Sonnar T*



Lensa unik ini merupakan pesanan khusus untuk seorang Sheik Arab Saudi. Lensa ini pertama kali diperkenalkan di Photokina 2006 dengan harga yang dirahasiakan. Namun, gosip yang beredar mengatakan bahwa nilai lensa ini mencapai 6 juta euro. Jika benar, maka lensa ini merupakan lensa termahal di dunia, melampaui lensa Leica di atas. Yang pasti, lensa ini merupakan yang terberat, dengan bobot 256 kg!



2. Canon 5200 mm f/14 Reflex



Dengan ukuran dan spesifikasi menyerupai teleskop, lensa ini tentu sangat merepotkan untuk digunakan. Ukurannya menjadikannya sebagai lensa terbesar saat ini dan sangat-sangat langka. Hanya tiga lensa yang pernah diproduksi dan mungkin hanya satu yang masih berfungsi normal. Pamflet lensa ini mengklaim bahwa lensa ini merupakan lensa satu-satunya yang dapat memotret objek berjarak 20-40 km. Lebih luar biasa, dengan DSLR sensor APS-C (seperti Canon 7D), focal length efektifnya meningkat menjadi 8320 mm!



1. Lensa Coffee Cup f/95



Bukan, ini bukan cangkir kopi yang menyerupai lensa, melainkan sebuah lensa yang menyerupai cangkir kopi. Pembuatnya memodifikasi sebuah cangkir kopi agar dapat dipasangkan ke kamera dan membuat sebuah lapisan pinhole. Lensa ini berfungsi penuh. Namun, dengan hasil yang sangat kabur, viewfinder yang gelap (f/95) dan bentuk yang aneh, satu-satunya alasan penggunaan lensa ini pasti karena ingin “nampang”.



Demikianlah pembahasan tentang beberapa Lensa Unik Dalam Dunia Fotografi .  Semoga memberikan manfaat bagi anda semua.